Selamat Datang di Website Resmi Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh

Peringatan Hari Ibu, Perempuan Dituntut Aktif Dalam Bidang Pembangunan

Kategori : Daerah Kamis, 12 Desember 2019 - Oleh rahmad

Banda Aceh | Pemerintah Aceh menggelar peringatan puncak hari ibu ke-91 di Anjong Monta Pendopo Kantor Gubernur Aceh, Kamis (12/12/2019).

Peringatan hari ibu ini juga di meriahkan oleh berbagai rangkaian kegiatan lain diantaranya, dengan kegiatan Vlog Festival Perempuan pada November lalu, dilanjutkan dengan Edukasi kesetaraan gender pada awal Desember, dialog Bincang Bintang bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta berbagai kegiatan ilmiah dan sosial lainnya.

Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah dalam sambutannya saat membacakan membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darwati mengatakan peringatan Hari Ibu ke-91 menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia, telah menempuh proses yang sangat panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya dengan kaum laki-laki, mengingat keduanya merupakan sumber daya manusia dan potensi yang turut menentukan keberhasilan pembangunan.

Ia mejelaskan hakekat Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Perempuan Indonesia masa kini dituntut untuk sadar dan aktif dalam meraih akses dan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam berbagai bidang pembangunan.

"Oleh karenanya PHI diharapkan sebagai momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan guna memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan," katanya.

Arahan Presiden dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak menekankan 5 (lima) isu prioritas yaitu: pertama peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, kedua Peningkatan peran keluarga dalam pendidikan anak, ketiga penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan keempat Penurunan pekerja anak dan (5) Pencegahan perkawinan anak.

Kelima prioritas isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dan sinergi dengan Kementerian/Lembaga (K/L), Lembaga Masyarakat, organisasi perempuan, dan pemangku kepentingan lainnya, baik di pusat maupun daerah.

PHI-91 Tahun 2019 dimanfaatkan sebagai sebagai titik awal gerakan pemberdayaan dan perlindungan perempuan untuk mewujudkan arahan Presiden, sehingga tema utama yang diangkat dalam PHI ini adalah “Perempuan Berdaya Indonesia Maju”. Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang masih mengalami berbagai permasalahan seperti kekerasan, perlakuan diskriminatif terhadap perempuan dan lain-lain.

Mengatasi kondisi tersebut memerlukan berbagai strategi. Pelibatan semua unsur masyarakat dan multistakeholder sangat diperlukan, termasuk peran laki-laki dalam kampanyekampanye/ gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan, dan pencapaian kesetaraan gender. Selain itu keterlibatan laki-laki dalam “He for She” menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput. (wn/ri)