Selamat Datang di Website Resmi Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh

Komunikasi Adalah Ibu Peradaban Dunia

Kategori : Daerah Selasa, 12 November 2019 - Oleh rahmad

Banda Aceh | Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan ini, sehingga ada anggapan bahwa komunikasi sama dengan kebutuhan makanan bagi tubuh.

Komunikasi pula yang menjadi ibu bagi peradaban dunia sehingga tanpa komunikasi tidak ada peradaban baru.

Hal itu disampaikan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh Marwan Nusuf, saat membuka Konferensi Nasional Komunikasi 2019 di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, Selasa (12/11/2019).

Ilmu komunikasi,  terus berkembang dari zaman ke zaman. Apalagi di era revolusi industri ini, kemajuan ilmu komunikasi dipengaruhi oleh kemajuan teknologi.

Kalau ada pandangan bahwa komunikasi hanya face to face, sekarang semua bisa dikendalikan lewat smartphone. Melalui teknologi digital itu, kita bahkan dengan mudah dapat mengakses informasi dari dunia luar.

"Tidak heran sistem komunikasi di zaman modern ini lebih banyak dilakukan dengan jari dari jauh," jelasnya.

Fenomena ini, menyebabkan banyak orang berubah menjadi pribadi yang lebih aktif di dunia maya daripada berinteraksi di dunia nyata. Ekstrimnya, orang akan menganggap dunia maya adalah dunia nyatanya.

"Tidak heran jika kita kerap melihat orang-orang yang berkumpul bersama tapi mereka lebih banyak larut dengan smartphone-nya daripada berkomunikasi dengan rekannya," sebutnya.

Fakta ini menunjukkan bahwa teknologi komunikasi tidak hanya mempermudah pekerjaan, tapi juga berpotensi menciptakan pribadi-pribadi yang individualis.

Pola bersosialisasi yang menjadi ciri khas masyarakat lambat laun tergerus menjadi budaya sosial imajiner. Kita memang bersosialisasi tapi di bawah kendali teknologi komunikasi.

Perilaku ini berdampak pada banyak hal baik dalam dunia bisnis, pendidikan dan juga sistem komunikasi pemerintahan.

Para ahli komunikasi tentu harus membahas fenomena ini guna mengatasi dampak buruk yang mungkin muncul. Sebaliknya, dampak positif dapat terus ditingkatkan agar mampu menghadirkan peradaban yang lebih berdaya guna.

"Kami sangat mendukung pertemuan pakar komunikasi yang digagas oleh Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia," katanya.

Ia berharap agar kemajuan dunia komunikasi bisa medukung kelestarian perdamaian di Aceh dan bisa memberi kontribusi bagi perdamaian dunia. (rd)