Selamat Datang di Website Resmi Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh

Wakil Dubes Australia Tinjau Program Pembangunan di Aceh

Kategori : Daerah Selasa, 07 Mei 2019 - Oleh rahmad

Banda Aceh | Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Allaster Cox, berkunjung ke Aceh untuk meninjau program-program pembangunan yang didanai pemerintah Australia seperti peningkatan layanan kesehatan dasar, pendidikan dan identitas hukum dan akses terhadap keadilan untuk perempuan dan anak, Selasa (7/5/2019).

Kunjungan Allaster Cox diterima langsung oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriasyah di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh.

Cox dijadwalkan akan bertemu Bupati Bener Meriah Tengku Sarkawi, Bupati Bireuen Saifannur serta bertatap muka dengan masyarakat setempat untuk melihat program kerjasama diantarnya sistem informasi desa dan kecamatan yang berperan dalam perencanaan, penganggaran dan pemberian layanan dasar yang lebih berkualitas yang difasilitasi oleh KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan).

Menanggapi hal itu, Nova Iriansyah mengatakan,
kemarin juga sudah ada kerja sama tentang kebencanaan dan pihaknya merasakan manfaatnya. Ada akar permasalahan di Aceh adalah buruh.

Ia mengungkap, penerapan e-planning dan e-budgeting belum berjalan sepenuhnya karena dianggap terlalu akademik dan tidak kompatibel.

Manurut Nova, hal ini harus menyesuaikan dengan kondisi. Mumpung 5 tahun, e-planning dan e-budgeting yang belum dipahami betul sehingga bisa itu dtingkatkan efektivitasnya.

"Kami sudah berusaha pengesahan anggaran tepat waktu, dan kita harapkan kualitasnya lebih baik," ujarnya kemudian.

Nova menyebutkan banyak gagasan yang perlu dibantu pelaksanaannya, seperti dalam bidang kesehatan yang masih terdapat kesulitan mengikuti perkembangan skema layana jaminan kesehatan.

"Kemudian, menurunkan angka kemiskinan, saat ini angka kemiskinan di Aceh masih tinggi, bahkan diatas rata-rata nasional. Selanjutnya masalah pedidikan, kondisi pembiayaan di Australia sangat tinggi, hingga menyulitakan sebagian mahasiswa Indonesia untuk tempuh pendidikan disana," jelasnya.

Sementara, untuk infrastruktur disesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat, jelasnya.

Aceh ini, lanjut Nova, akan datar perjalanannya kalau tidak ada investasi. Investasinya kecil sekali jika dibandingkan dengan provinsi lain, Investasi menengah besar di Aceh itu sulit sekali.

"Tidak mungkin meningkatkan kesejahteraan menggunakan dana APBA, APBD dan APBN sehingga saya balik arah untuk investasi pada industri kecil menengah, dengan cara membina baik permodalan maupun mesin," tuturnya.

Oleh sebab itu, Nova meminta kepada pihak Dubes Australia melalui KOMPAK untuk membantu para IKM Aceh agar dapat membantu membuat proposal yang baik untuk porelehan modal dari Bank Aceh untuk mengembangkan usahanya.

Selain itu, Cox akan berkunjung ke proyek air bersih dan sanitasi di Kabupaten Bireuen yang dikelola oleh PAMSIMAS serta akan menghadiri buka puasa bersama dengan alumni Australia asal Aceh guna mewujudkan hubungan yang lebih erat antara Australia dan Indonesia.

Lalu akan bertemu dengan perwakilan pemerintah, Mahkamah Syar'iyah, akademisi, lembaga bantuan hukum dan organisasi masyarakat sipil untuk membahas akses terkait keadilan bagi
perempuan dan anak-anakdi Aceh dan upaya mereka untuk memperkuat perlindungan hak-hak perempuan dan anak-anak. (wn/ri)