Selamat Datang di Website Resmi Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh

Realisasi Proyek Strategis Nasional Jadi Program Percepatan Pembangunan Aceh

Kategori : Daerah Jumat, 14 Desember 2018 - Oleh rahmad

Blang Bintang | Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah  sangat optimis terhadap masa depan pembangunan Aceh, salah satu adalah karena kuatnya dukungan Pemerintah pusat bagi pengembangan daerah ini. Terbukti, dari tahun ke tahun anggaran pembangunan nasional untuk Aceh terus meningkat. Besarnya anggaran tersebut menyertai hadirnya sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) di Aceh, sehingga mendorong percepatan pembangunan di daerah ini.

"Atas nama Pemerintah dan seluruh rakyat Aceh, kami sangat bersyukur dan menyampaikan terimakasih kepada Bapak Presiden atas kehadiran proyek-proyek strategis nasional di Aceh. Kami bertekad akan menyukseskan pelaksanaan proyek-proyek tersebut, sebab kami yakin, semua itu akan mewujudkan kemajuan Aceh di masa depan," sebutnya dalam acara peresmian pembangunan TOL Aceh di Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar, Jumat (14/12/2018).

Hari ini, katanya, salah satu proyek strategis nasional, yakni Pembangunan jalan TOL Aceh tahap pertama yang menghubungkan Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Pidie akan dimulai.

Terkait pembangunan jalan TOL, ia melaporkan bahwa, hingga saat ini telah dilakukan tahapan pengumuman peta bidang dan daftar nominatif sebanyak 3.586 bidang tanah untuk 10 kecamatan yang terdiri dari 78 desa yang ada di Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Pidie.

Adapun dari 10 kecamatan tersebut,  sebanyak 8 kecamatan telah dilakukan penilaian harga tanah (appraisal) dan dilanjutkan dengan musyawarah bentuk ganti kerugian di 4 kecamatan yaitu Blang Bintang, Montasik, Indrapuri dan Kuta Cot Glie.

"Dari 4 kecamatan yang sudah bermusyawarah tersebut, terdapat 2 kecamatan yaitu Blang Bintang dan Montasik yang sudah dilakukan pembayaran atau ganti kerugian bidang tanah," jelasnya.

Adapun total bidang tanah yang sudah dilakukan pembayaran saat ini, ungkap Nova, sebanyak 144 bidang tanah dari total bidang 3.586 atau seluas 55,34 hektar, dengan total luas lahan 755,2 hektar di mana total realisasi dana talangan oleh Hutama Karya  sebesar Rp17,56 Milyar.

Dengan terlaksananya pembayaran seluas 55,34 hektar tersebut,  berarti saat ini pihak pelaksana konstruksi akan segera mengerjakan pembangunan jalan TOL sepanjang 6,92 kilometer di 2 kecamatan, yakni Kecamatan Blang Bintang dan Kecamatan Montasik.

"Sekali lagi kami menyampaikan terimakasih kepada Bapak Presiden atas pembangunan infrastruktur ini. Kami juga sangat berbahagia, sebab hari ini Bapak Presiden berkenan meresmikan dimulainya pembangunan jalan tol Banda Aceh – Pidie ini. Kehadiran TOL ini merupakan lompatan besar bagi percepatan pembangunan Aceh, sehingga program pengembangan dan investasi serta peningkatan kesejahteraan rakyat lebih cepat terwujud," harapnya.

Untuk melakukan langkah percepatan pertumbuhan investasi, ia juga bermohon agar presiden berkenan meresmikan KEK Arun–Lhokseumawe yang diharapkan menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi di wilayah Indonesia bagian barat.

Selanjutnya, Nova menyampaikan harapan kepada Presiden agar berkenan mendukung upaya pengembangan beberapa proyek lain di Aceh, seperti Pembangunan Terowongan Gunung Geurutee jalan nasional lintas barat, sehingga dapat memperpendek waktu tempuh dan menghindari sering terjadinya longsor di kawasan tersebut.

Kemudian, percepatan pengembangan kawasan pariwisata Sabang, revitalisasi dan pengembangan Kopi Arabica Gayo dari hulu ke hilir sehingga menjadi pengekspor kopi Arabica terbesar di dunia serta pengembangan kawasan Pelabuhan Perikanan Lampulo dan kawasan industri Ladong.

"Dengan pembangunan semua fasilitas itu, kami yakin pergerakan ekonomi Aceh  semakin baik,  dan Insya Allah Aceh siap memberi kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional," tutupnya. (ri/wan)