Selamat Datang di Website Resmi Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh

Pemerintah Sudah Kucurkan Triliun Rupiah Dana Desa

Kategori : Daerah Jumat, 14 Desember 2018 - Oleh rahmad

Banda Aceh | Presiden Joko Widodo mengungkap, pemerintah sudah mengucurkan ratusan triliun rupiah dana desa selama empat tahun. Rinciannya, pada 2015 sebesar Rp20,68 triliun, pada 2016 Rp46,98 triliun, dan pada 2017-2018 masing-masing Rp60 triliun.

Demikian disampaikan Jokowi dalam dialog bersama aparatur desa dalam kegiatan Sosialisasi Penggunaan Dana Desa 2019 di Gedung AAC Dayan Dawood Darussalam Banda Aceh, Jumat (14/12/2018).

“Harus diketahui adanya pengucuran dana desa sejak empat ahun lalu, itu bertujuan agar dana pemerintah tidak hanya berputar di kota dalam hal ini di Jakarta, tapi juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di pedesaan, dan digunakan untuk kemakmuran desa," tegas Jokowi.

Ia menambahkan, untuk kesalahan administratif ringan yang tidak terindikasi korupsi, maka seorang kepala desa atau geuchik yang mengelola dana desa tidak boleh dikriminalisasi. Penjelasan Jokowi tersebut disambut tepuk meriah sekitar 100 geuchik dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh.

Presiden menekankan, hendaknya dana desa yang didapat digunakan untuk kemakmuran dan perputaran ekonomi desa. "Jadi jika ada pembangunan di desa usahakan beli bahan materialnya di desa juga agar uangnya bisa berputar di desa, jangan beli ke kota lain,” pintanya.

Menurut Jokowi, setelah dana desa selesai digunakan untuk membangun infrastruktur, maka di 2019 bisa mulai difokuskan pengembangan ekonomi rakyat.

Ia mengingatkan agar penggunaan dana desa tidak menjadikan perpecahan antara perangkat desa dan warganya. Apalagi memasuki tahun politik, harus saling menjaga kerukunan.

“Saya ingatkan, hati-hati menggunakan uang negara ini, apalagi ini sudah masuk tahun politik. Jangan sampai tergelincir dan jangan sampai kondisi politik juga memecah belah antarwarga dengan warga dan warga dengan perangkat desanya. Sekali lagi jaga kerukunan dan silaturahmi,” ujar Presiden.(jal/fd)