Selamat Datang di Website Resmi Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh

Cegah Kanker Dengan Pola Hidup Sehat

Kategori : Daerah Sabtu, 01 Desember 2018 - Oleh rahmad

Banda Aceh | Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bekerjasama dengan Yayasan Darah Untuk Aceh serta didukung oleh KPJ Tawakkal Specialist Hospital menggelar seminar sehari bertema "Kanker! Apa dan Bagaimana?", yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penyakit kanker di Ajong Mon Mata, Sabtu (1/12/2018).

Acara ini menghadirkan pakar di bidangnya masing-masing yaitu Dr. M. Riswan, SpPD-KHOM-FINASIM dengan materinya Kanker Pada Wanita, Dr. Faisal Bin Mohd Fadli dengan materinya Mengapa Anak Bisa Kena Kanker, dan Alfridsayh, SKM, M.Kes dengan materinya Nutrisi Bagi Penderita Kanker.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Aceh dan Pemerhati Sosial Darwati A Gani dalam sambutannya saat membuka acara tersebut mengatakan, kanker merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan bagi Aceh maupun Indonesia pada umumnya.

Akhir-akhir ini para penderita kaker datang berobat biasa pada stadium lanjut dan sudah tidak bisa diapa-apakan lagi. Hal ini menandakan bahwa kesadaran pola hidup sehat yang dijalankan sehari-hari masih belum berkembang.

"Kanker itu kalau cepat terdeteksi akan lebih mudah disembuhkan dan resiko bagi penderita akan lebih rendah," jelas Darwati.

Menurutnya Pemerintah Aceh sangat peduli dengan hal ini, beberapa tahun belakangan sudah meganggarkan dana yang luar biasa besarnya untuk mengobati seluruh masyarakatnya yang sakit.

Tapi alangkah indahnya bagi masyarakat apa bila bisa menjalankan pola hidup sehat, hidup yang teratur dengan gizi yang seimbang sehingga dari tahun-ketahun masyarakat yang sakit makin berkurang, karena mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.

Darwati mengharapkan kepada peserta yang mengikuti bisa membagikan ilmu yang sudah didapatkan kepada masyarakat luas untuk diterapakan dalam kehidupannya sehingga kedepan penderita kanker akan lebih berkurang dan ini juga butuh dukungan dari masyarakat Aceh.

Ia menambahkan tanggal 1 Desember merupakan hari AIDS Internasional. Di Aceh juga terdapat penderita AIDS, yang paling tinggi di Aceh Utara. "Banyak juga yang menjadi penderita mereka-mereka yang tidak bersalah, jadi tidak salahnya untuk kita berani memeriksa diri," sebutnya.

"Ini bukan dari kesalahannya namun kesalahan orang-orang terdekatnya dan bagi mereka yang sudah terinfeksi agar diberikan perhatian, bukan menjauhkannya," harap Darwati. (wn/ri)