Selamat Datang di Website Resmi Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh

Ketua DPRA Dilantik

Kategori : Daerah Kamis, 29 November 2018 - Oleh rahmad

Banda Aceh | Ketua Pengadilan Tinggi Aceh, H Djumali SH, melantik Sulaiman SE MSM sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dalam Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRA, Kamis (29/11/2018). Sulaiman mengucapkan sumpah dan janji di hadapan anggota DPRA serta Plt Gubernur Aceh dan Wali Nanggroe.

Proses pengucapan sumpah dan janji Ketua DPRA berlangsung khidmat. Dengan mengenakan pakaian adat Aceh, Sulaiman terlihat lancar mengucapkan sumpah janji, mengikuti ucapan Ketua Pengadilan Tinggi Aceh.

Sulaiman menggantikan Tgk Muharuddin SSosI MM yang menjabat sebagai ketua DPRA sejak akhir 2014. Jika dihitung sejak dilantik, Sulaiman akan menjabat Ketua DPRA selama 11 bulan ke depan atau hingga periode anggota legislatif 2014-2019 berakhir pada Oktober tahun depan.

Menteri dalam Negeri Republik Indonesia dengan keputusannya nomor 161.11-8530 tahun 2018 tanggal 26 nopember 2018, telah meresmikan pemberhentian Ketua DPRA TGK.H. Muharuddin, dengan keputusan nomor 161.11-8531 tahun 2018 tanggal 26 Nopember 2018 peresmian pengangkatan Sulaiman menjadi ketua DPRA.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam sambutannya menyampaikan, atas nama Pemerintah Aceh, ia mengucapkan selamat kepada Sulaiman yang sudah dikukuhkan sebagai Ketua DPRA. “Kami berharap Ketua DPRA yang baru dapat bekerja sama serta membangun komunikasi yang efektif dan efisien dengan seluruh pemangku kepentingan, baik di Aceh maupun Pusat dengan sebaik-baiknya,” harap Nova.

Ia berharap Ketua DPRA yang baru saling mengisi dan membangun komunikasi dalam kerja-kerja pemerintah untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat Aceh, sesuai amanah MoU Helsinki dan UUPA. “Pergantian ini merupakan proses dan dinamika politik yang harus kita laksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. Kami yakin, Ketua DPRA yang baru dapat segera menyesuaikan diri,” katanya.

Pada kesempatan itu, Nova mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Tgk Muharuddin atas kerja keras dan pengabdian selama menjadi mitra Pemerintah Aceh. “Semoga Allah SWT mencatat segala pengabdian yang sudah diberikan sebagai amal baik,” pungkas Nova.

Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung dirinya dalam mengemban amanah tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Tgk Muharuddin yang sudah bersama-sama berupaya menyelesaikan proses pergantian jabatan tersebut.

Ia mengakui ini merupakan sebuah amanah yan telah diberikan oleh pimpinan partai kepadanya untuk memimpin lembaga DPRA, "semua yang akan saya lakukan barulah halaman-halaman awal dari sebuah jabatan ketua DPRA" jelasnya.

Ia juga mengajak kepada kita semua untuk membuat sebuah sejarah besar secara bersama-sama dalam hal menjalankan roda pemerintahan Aceh. masyarakat, partai politik, ulama, akademisi, tni, polri, eks kombatan, komponen masyarakat sipil lainnya, dan seluruh jajaran pemerintah Aceh dan pusat, dan seluruh bangsa indonesia akan mengambil peran sesuai dengan posisi sosial yang ditempati.

"tugas dan amanah yang amat berat ini sedang menunggu untuk kita emban dengan baik dan bijaksana. akankah semangat perdamaian, semangat keadilan, semangat persamaan, semangat memberi untuk kehidupan yang lebih baik pada seluruh anak manusia, anak bangsa yang berada di aceh, sebagai bagian dari sebuah negera besar bernama indonesia akan dapat kita wujudkan" katanya.

Sulaiman mengajak teman- teman anggota DPRA, untuk berjanji kepada diri sendiri, dan kepada seluruh rakyat aceh bahwa kami akan bekerja keras untuk pembangunan, keadilan dan kesejahteraan, dan mempunyai sikap hidup yang menghargai berbagai perbedaan, dalam semangat kemanusiaan dengan berpegang teguh kepada konstitusi negara republik indonesia.

Menurutnya jabatan merupakan amanah, yang harus dijalankan secara kolektif kolegial tentunya perlu dukungan dan kerjasama dengan para wakil ketua DPRA. selain itu dalam pelaksanaan tugas sehari-hari perlu segera kita bangun keharmonisan dan penyesuaian-penyesuaian untuk dapat bergerak cepat dikarenakan kita dihadapkan dengan beberapa agenda penting seperti penngesahan rapba tahun 2019 dan penetapan sisa rancangan qanun prolega prioritas tahun 2018.

Dalam waktu lebih kurang 10 bulan menjabat, kami akan berupaya memperkuat fungsi dasar dewan, yaitu legislasi, pengawasan, dan anggaran, yang merupakan sebagai marwah tidak saja kepada para anggota tetapi juga kepada lembaga DPRA. selain itu, khusus terhadap Pemerintah Aceh, bakal lebih khusus lagi memposisikan DPRA terhadap pemerintah Aceh yaitu dibawah komando saudara Plt. Gubernur Aceh bapak Nova Iriansyah, sebagai mitra yang kontributif, produktif, akrab dan bersahabat.

Sulaiman mengajak menjaga dan memelihara momentum perdamaian dengan penuh kesabaran dan kegigihan. perdamaian yang telah kita capai dan melewati masa-masa penderitaan, kepahitan, dan pengorbanan haruslah kita akui tidak dapat serta merta dihapuskan dengan segera. dalam kaitan itulah, saya ingin menyampaikan betapa besar penghargaan yang seharusnya diterima oleh mereka, dan semua pihak yang telah merawat perdamaian yang telah berusia 13 tahun.

"Untuk ukuran apapun, MOU helsinki dan perdamaian adalah rahmat allah swt yang tidak terhingga kepada semua kita, kepada rakyat aceh, kepada bangsa indonesia, dan kepada seluruh umat manusia. banyak negara di dunia yang datang ke aceh belajar tentrang proses perdamaian salah satu yang paling sukses di dunia", jelasny.

Rakyat Aceh tambahnya lagi mempunyai harapan yang besar agar RAPBA tahun anggaran 2019 segera disahkan pada akhir tahun ini dan proses pembangunan segera berjalan. masyarakat kita mengimpikan pembangunan, kemakmuran, dan kesejahteraan akan segera datang. (fd/ri)