Selamat Datang di Website Resmi Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh

Bahas RDPU, Wakil Ketua DPRA Ajak Perangi Narkoba

Kategori : Daerah Selasa, 06 November 2018 - Oleh rahmad

Banda Aceh | Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar acara Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terhadap Rancangan Qanun (Raqan) Aceh Tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di Gedung Utama DPRA, Selasa (06/11/2018).

Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda mengatakan berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 21 tahun 2013 tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, bahwa Kepala Pemerintah Aceh melakukan fasilitasi pencegahan narkotika di Aceh yang salah satunya menyusun qanun untuk antisipasi dini, pencegahan, penanganan dan rehabilitasi.

Dengan berkembangnya zaman dan besarnya pengaruh dari globalisasi maka kita harus lebih mawas diri terhadap berbagai pengaruh Narkoba. Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya. Sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba bukan hanya pada generasi muda saja namun juga semua lapisan usia karena sudah merata di seluruh strata sosial masyarakat, tambahnya.

Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal. Kalau dampak psikis yaitu lamban kerja, hilang kepercayaan diri, sering berkhayal, berperilaku brutal, perasaan kesal dan tertekan, cenderung menyakiti diri sendiri bahkan bunuh diri dan tidak lagi peduli dengan orang lain, jelasnya.

"Kita semua baik Pemerintah Aceh, DPR Aceh maupun seluruh lapisan masyarakat mempunyai tangung jawab dan kewajiban menjaga dan membina seluruh masyarakat khususnya generasi muda agar tidak terlibat perkara narkoba. Oleh karenanya seluruh stakeholder harus terpanggil turut serta dalam upaya mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba", Harapnya.

Menurut ulama, narkoba adalah sesuatu yang bersifat mukhaddirat (mematikan rasa) dan mufattirat (membuat lemah). Selain itu, narkoba juga merusak kesehatan jasmani, mengganggu mental bahkan mengancam nyawa. Maka itu, hukum penggunaan narkoba diharamkan dalam islam.

Dalam surat al-a’raf ayat 157 Allah SWT berfirman: “dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk”

Selanjutnya dalam surat al-baqarah ayat 195 Allah SWT juga berfirman:
“dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan”, jelasnya.

"Pada dasarnya, Islam melarang kita mengonsumsi atau menggunakan sesuatu yang membahayakan diri. Misalnya alkohol dan berbagai jenis narkoba (ganja, heroin, sabu, kokain dan sebagainya), kita harus bertekad dan katakan tidak pada narkoba," ungkapnya.

"Aceh sebagai wilayah yang menerapkan Syari’at Islam sudah sepatutnya sebagai umat muslim kita harus patuh terhadap perintah agama," tegasnya.

"Semoga kedepannya Aceh terbebas dari pengaruh narkoba yang sangat mengkhawatirkan bagi mencapai cita-cita kita bersama untuk mewujudkan Aceh yang lebih baik untuk masa-masa akan datang. Maka apabila suatu generasi yang berusia produktif serta seluruh komponen warga negara sehat secara jasmani dan rohani serta terbebas dari penyalahgunaan narkoba, maka akan menjadi sumber daya manusia yang handal bagi kejayaan aceh untuk masa akan datang," harapnya (jl/wd).