Selamat Datang di Website Resmi Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh

Kelompok Bahan Makanan Sebabkan Deflasi Provinsi Aceh

Kategori : Daerah Kamis, 01 Maret 2018 - Oleh rahmad

Banda Aceh | Deflasi yang terjadi di Provinsi Aceh disebabkan oleh penurunan indeks harga konsumen kelompok bahan makanan sebesar 1,56 persen, diikuti oleh kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan deflasi sebesar 0,42 persen. sedangkan 5 (lima) kelompok lainnya mengalami inflasi yaitu kelompok kesehatan 0,99 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau inflasi 0,42 persen, kelompok sandang inflasi 0,27 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar inflasi sebesar 0,10 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga inflasi 0,01 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Wahyudin pada acara resume paparan Kepala BPS Provinsi Aceh di Aula BPS Aceh, Kamis (1/3/2018).

Menurut Wahyudin inflasi "year on year" (februari 2018 terhadap februari 2017) untuk Kota Banda Aceh sebesar 3,81 persen, kota Lhokseumawe 3,21 persen, Kota Meulaboh 2,55 persen dan Provinsi Aceh 3,47 persen.

Komponen inti untuk Provinsi Aceh pada Februari 2018 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen, komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0.21 persen dan komponen bergejolak juga mengalami deflasi 1,52 persen, Jelasny.

Lebih lanjut Wahyudin mengatakan beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain adalah daging ayam ras dengan andil sebesar 0,1084 persen, angkutan udara sebesar 0,0824 persen, cabai merah sebesar 0,0631 persen, tongkol sebesar 0,0449 persen, dan kacang panjang sebesar 0,0342 persen.

Sedangkan komoditas di Provinsi Aceh yang mengalami kenaikan harga pada bulan februari 2018 antara lain adalah cumi-cumi dengan andil sebesar 0,0820 persen, obat dengan resep sebesar 0,0352 persen, ketupat/lontong sayur sebesar 0,0291 persen, emas perhiasan sebesar 0,0296 persen, dan bandeng/bolu sebesar 0,0158 persen, terangnya.

Dari 23 Kota di Sumatera, 4 kota mengalami inflasi sedangkan 9 kota mengalami deflasi. inflasi tertinggi terjadi di Kota Pematang Siantar sebesar 0,90 persen dan yang terendah di Kota Bandar Lampung sebesar 0,06 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Medan sebesar 0,96 persen. (jl/ri)