Pemerintah kota Banda Aceh Siapkan Call Canter Sampah

Kategori : Daerah Sabtu, 24 Februari 2018 - Oleh rahmad

Banda Aceh | Pemerintah Aceh melalaui Dinas Lingkunghan Hidup dan Kehutanan Aceh bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh serta masyarakat peduli sampah Kota Banda Aceh menggelar acara peringati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2018 di Taman Bustanussalatin Banda Aceh, Sabtu (24/02/2018).

Acara yang mengambil tema "Sayangi Bumi Bersihkan dari Sampah" juga dihadiri oleh 1000 pelajar beserta dewan guru kota Banda Aceh.

Walikota Banda Aceh H. Aminullah Usman, SE.Ak, MM dalam sambutannya mengatakan banyak hal yang akan dipetik apabila kota ini bersih terutama sekali dalam bidang kesehatan.

"Kalau bersih tentu akan mendatangkan kesehatan bagi kota Banda Aceh dan sebaliknya kalau Banda Aceh kotor akan mendatangkan penyakit akan mudah datang," ungkapnya.

Aminullah mengharapkan kepada pelajar atau masyarakat yang hadir pada acara tersebut agar menjadi contoh bagi warga yang lain. "Bagi yang hadir di sini, berikan contoh bagi warga yang lain, dengan kebersihan akan tercipta keindahan," jelasnya.

Menurut Aminullah, selain cagar budaya seperti Mesjid Raya baiturrahman, Kapal PLTD Apung dan Museum Tsunami, kuliner dan kesenian, kebersihan Kota Banda Aceh merupakan salah satu cara memancing wisatawan datang ke Aceh.

"Kebersihan adalah segala-galanya kalau ingin maju maka kita harus bersih," terangnya.

"Banda Aceh sudah mendapatkan adipura ke-9 kali, maka tahun ini harus kita hadirkan adipura ke-10 untuk Banda Aceh, kalau sudah dapat adipura tersebut berarti kebersihan di kota Banda Aceh sudah diakui oleh secara nasional," ujarnya lagi.

Lebih Lanjut Aminullah mengatakan dalam menjaga kebersihan, kota Banda Aceh sudah menyiapkan call canter dengan nomor Telepon 08116788444  yang bisa dihubungi oleh masyarakat untuk melapor di mana ada sampah dan patroli sampah oleh satpol Pamong Praja kota Banda Aceh.

Aminullah berharap di semua even untuk saling menjaga kebersihan, baik lokasi wisata dan cagar budaya kota Banda Aceh.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh Ir. Saminuddin B.Tou, M.Si dalam sambutannya mengatakan persolan sampah sangat mengkhawatirkan. Volume dan jenis sampah semakin banyak dan sangat berbahaya bagi kelangsungan kehidupan.

Menurutnya, tanggal 21 Februari 2017 telah ditetapkan sebgai hari peduli sampah nasioanl dan sebagai titik awal gerakan nasional Indonesia bebas sampah tahun 2020

"Kita harus berkolaborasi, saling mendukung dan bersinergi di semua komponen baik di pemerintah maupun di masyarakat sipil untuk merubah prilaku buruk membuang sampah sembarangan, peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Ini semua adalah tanggung jawab kita," jelasnya. (wan/ri)