BPS Aceh Rilis Berita Pertumbuhan Ekonomi Aceh Triwulan IV 2017 dan Indeks Tendensi Konsumen 2018

Kategori : Daerah Senin, 05 Februari 2018 - Oleh rahmad

Banda Aceh | Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Menggelar Konferesi Pers tentang Pertumbuhan Ekonomi Aceh Triwulan IV 2017 dan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV 2017 dan Perkiraan ITK Triwulan I 2018 di Aula BPS Aceh, Senin (5/2/2018).

Kepala BPS Aceh Whyudin dalam paparannya mengatkan Perekonomian Aceh Triwulan IV-2017 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp37,77 triliun atau sebesar US$2,79 milyar. Sementara itu PDRB tanpa migas adalah sebesar Rp36,72 triliun atau sebesar US$2,71 milyar.

Menurutnya Ekonomi Aceh dengan migas secara kumulatif (c to c) hingga triwulan IV-2017 tumbuh sebesar 4,19 persen, pertumbuhan c to c tanpa migas adalah sebesar 4,14 persen.

Dari sisi produksi pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 11,27 persen. Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi ada di komponen Ekspor Luar Negeri sebesar 40,31 persen.

Ekonomi Aceh dengan migas triwulan lV-2017 bila dibandingkan triwulan lV-2016 (y-on-y) tumbuh sebesar 3,58 persen, jelasnya.

Pertumbuhan v on y tanpa migas adalah sebesar 3,71 persen. Sisi produksi pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan usaha Jasa Kesehatan dan kegiatan Sosial sebesar 15,17 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi ada di komponen lmpor Luar Negeri sebesar 34,38 persen, katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan ekonomi Aceh Triwulan IV-2017 mengalami kontraksi sebesar 0,44 persen dengan migas sedangkan tanpa migas tumbuh sebesar 0,41 persen bila dibandingkan dengan Triwulan III-2017 (q to q). Produksi pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh turunnya nilai tambah pertambangan dan penggalian sebesar 10,52 persen. Pengeluaran penurunan terbesar yaitu pada komponen Pengeluaran Konsumsi LN PRT sebesar 1,47 persen.

Untuk Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV 2017 dan Perkiraan ITK Triwulan I 2018 lanjut Wahyudin pada triwulan lV tahun 2017, konsumen di Provinsi Aceh menyatakan persepsi yang optimis bahwa kondisi ekonominya lebih baik dibandingkan dengan triwulan III pada tahun 2017.

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada triwulan lV-2017 Provinsi Aceh adalah sebesar 101,98. Tingkat optimisme konsumen tersebut dipengaruhi oleh adanya persepsi optimisme yang menguat pada variabel pengaruh lnflasi terhadap konsumsi pada triwulan lV-2017.

Menurut konsumen, inflasi tidak mempengaruhl konsumsi mereka selama periode ini (indeks 105,05). Meskipun terjadi inflasi, khususnya pada bulan Desember, konsumen tetap berbelanja yang disebabkan momen akhir tahun seperti masa liburan sekolah.

Selanjutnya, terhadap volume konsumsi pada triwulan IV-2017 di Provinsi Aceh, konsumen masih memiliki optimisme dengan nilai lndeks sebesar 101,93. Pada variabel pendapatan kini, konsumen juga masih menunjukkan optimisme dengan nilai indeks 100,37.

UUntuk perkiraan triwulan I tahun 2018, persepsi konsumen di Provinsi Aceh menunjukkan pesimisme bahwa kondisi ekonominya menurun yang ditunjukkan dengan nilai perkiraan ITK triwulan l 2018 mendatang sebesar 98,23.

Ekspektasi kondisi ekonomi tersebut dipengaruhi persepsi pesimis terhadap kemampuan konsumen dalam membeli barang barang tahan lama (indeks 85,7), walaupun masih adanya optimisme kenaikan pendapatan rumah tangga pada triwulan I-2018 (indeks 105,38).

Secara regional di Pulau Sumatera, persepsi optimisme konsumen di Provinsi Aceh terhadap kondisi ekonomi pada triwulan IV-2017 melalui ITK-Kini berada pada urutan sembilan, berada di bawah ITK-Kini Nasional (107,00). Sementara untuk lTK perkiraan triwulan l-2018, tingkat persepsi konsumen di Provinsi Aceh berada pada urutan kelima, berada di bawah level perkiraan ITK triwulan l-2018 Nasional (101,35). (wan/ri)